AMBON,-TANASE.ID— Suasana menjelang pesta olahraga terakbar Piala Dunia Sepakbola 2026 dan perayaan HUT Kota Ambon ke-451 terasa begitu hidup. Ribuan warga tumpah ruah memadati area depan Monumen Gong Perdamaian Dunia untuk mengikuti jalan santai bertajuk Amboina Color Fun Walk.
Acara yang berlangsung meriah ini dilepas secara resmi oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, didampingi Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, serta jajaran Forkopimda setempat. Pelepasan ribuan peserta ditandai dengan pengibaran bendera start di pusat kota.
Uniknya, lautan manusia yang menyemut di Lapangan Merdeka Ambon kompak mengenakan jersey berbagai timnas sepak bola dunia. Mulai dari Argentina, Brasil, Jerman, Prancis, Spanyol, Inggris, Belanda, Jepang, hingga timnas Indonesia.
Bodewin Wattimena saat menyampaikan sambutannya dengan tampilan sporty mengenakan jersey timnas Inggris menjelaskan, agenda ini memiliki makna ganda bagi warga kota berjuluk Ambon Manise ini.
“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian penting untuk memperingati hari ulang tahun Kota Ambon ke-451, sekaligus dalam rangka menyongsong perhelatan akbar sepak bola empat tahunan yaitu Piala Dunia 2026,” ujar Bodewin.
Ia berharap rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon ini tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan membawa dampak nyata yang positif bagi tatanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Mengantisipasi tensi rivalitas antar pendukung tim sepak bola yang biasanya memanas, Bodewin yang secara terbuka mendukung timnas Inggris mengajak seluruh fans sepakbola di Ambon untuk tetap kompak dan berjalan beriringan.
“Jadi katong (kita) berjalan dalam semangat warna-warni Ambon Par Samua, supaya pada saat Piala Dunia berlangsung katong tidak terpecah belah hanya gara-gara dukung-mendukung,” tegasnya menggunakan dialek lokal yang hangat.
Ia mengingatkan bahwa esensi utama warga Ambon adalah ikatan persaudaraan yang kuat. “Jadi Argentina boleh ada, Brasil boleh ada, Prancis boleh ada, Inggris boleh ada, Jerman boleh ada, Belanda boleh ada, macam-macam boleh ada, tapi katong tetap orang basudara di Kota Ambon,” tambah mantan Sekwan Provinsi Maluku ini.
Tidak hanya mempererat ikatan sosial, Amboina Color Fun Walk terbukti sukses menggerakkan roda ekonomi hilir di Kota Ambon. Dengan estimasi 3.000 hingga 5.000 peserta yang memadati Lapangan Merdeka, perputaran uang dari atribut sepakbola melonjak tajam.
“Kalau satu orang beli baju kaos itu berapa rupiah? Jika ASN pemerintah Kota Ambon yang berjumlah 7000 lebih semua beli, sudah 1 miliar rupiah lebih beredar di pedagang-pedagang kecil penjual kaos (jersey),” hitung Bodewin optimis.
Ia mengakui bahwa kegiatan besar seperti ini berpotensi menimbulkan sedikit kemacetan lalu lintas, namun dampak ekonominya jauh lebih berharga bagi para pelaku usaha kecil.
“Jadi dua aspek dampak, baik sosial maupun ekonomi, ini yang kita ingin capai. Soal macet-macet sedikit itu biasa, tapi pedagang-pedagang kecil, penjual kaos-kaos timnas Piala Dunia dong (mereka) bersukacita hari ini. Itu yang ingin kita capai,” jelasnya.
Amboina Color Fun Walk juga dirangkai dengan kegiatan sosial lainnya sebagai bentuk kepedulian nyata dukungan ekonomi bagi masyarakat. Pemkot Ambon menyalurkan bantuan UMKM kepada lebih dari 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Ambon.
Menutup arahannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban kota. Menjaga stabilitas daerah adalah modal utama pembangunan.
“Tidak mungkin kota ini dibangun kalau kota ini kacau terus. Tidak mungkin kota ini dibangun kalau kota ini tidak tertib. Karena itu kita mengajak semua ASN dan seluruh warga kota, mari kita jaga keamanan dan ketertiban. Berbeda (pilihan) itu biasa,” pungkasnya.●






