AMBON,-TANASE.ID– Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Pesan tersebut disampaikan Ely saat membacakan sambutan Wali Kota Ambon dalam kegiatan Pagelaran Seni SD Negeri 2 Ambon bertema “Budaya Mutiara Manise”, yang berlangsung meriah dan diwarnai berbagai pertunjukan seni budaya khas Maluku.
Dalam sambutannya, Ely menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus mampu membentuk karakter peserta didik sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Pendidikan yang sesungguhnya adalah pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik intelektual, karakter, maupun kecintaan terhadap identitas budaya daerahnya,” kata Ely.
Ia menilai pagelaran seni yang menampilkan tarian tradisional Maluku, musik daerah, drama musikal kebudayaan, permainan rakyat hingga pameran karya seni merupakan bukti bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui kreativitas dan karya nyata para siswa.
Menurut Ely, tema “Budaya Mutiara Manise” yang diangkat dalam kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Ambon dan Maluku dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi, seni, adat istiadat, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Budaya merupakan mutiara yang harus terus dijaga agar tetap bersinar di tengah perkembangan zaman. Kekayaan budaya yang kita miliki adalah warisan berharga yang harus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Ely juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak pada era digital saat ini. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi memang memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai pengaruh negatif yang perlu diwaspadai.
Ia menyebut pergaulan yang tidak sehat, penyalahgunaan telepon genggam dan media sosial, perilaku kekerasan, perundungan hingga berbagai bentuk kenakalan remaja sebagai ancaman nyata yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak apabila tidak mendapatkan pendampingan yang tepat.
Karena itu, Ely mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pihak sekolah, orang tua hingga masyarakat, untuk memperkuat sinergi dalam mengawasi, membimbing, dan mendampingi anak-anak.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, dan pengasuhan bukan hanya tugas keluarga. Keduanya harus berjalan beriringan agar anak-anak memperoleh lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ely mengingatkan bahwa anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar merupakan generasi yang akan membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, mereka harus dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga karakter yang kuat serta pemahaman terhadap akar budayanya.
“Generasi emas bukan hanya generasi yang cerdas secara intelektual dan cakap berteknologi. Mereka juga harus memahami identitas budayanya, menghargai nilai-nilai lokal, serta memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi masa depan,” katanya.
Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Ely turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SD Negeri 2 Ambon, para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pagelaran seni tidak sekadar menjadi ruang ekspresi bagi peserta didik, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen dunia pendidikan dalam menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya Maluku agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Budaya tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu. Budaya harus terus hidup, dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Ely.






