TANASE.ID – Jika banyak pesepak bola memilih gantung sepatu saat memasuki usia 40 tahun, berbeda dengan kiper Timnas Cape Verde, Vozinha. Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran atlet profesional, ia justru tampil sebagai pahlawan negaranya pada ajang Piala Dunia 2026.
Dalam laga Grup H Piala Dunia 2026, Cape Verde secara mengejutkan berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol, dengan skor 0-0. Hasil bersejarah tersebut tak lepas dari penampilan luar biasa Vozinha di bawah mistar gawang. Kiper berusia 40 tahun itu mencatatkan tujuh penyelamatan penting (7 saves) dan menjaga gawangnya tetap perawan (clean sheet) sepanjang pertandingan.
Spanyol yang mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang emas dibuat frustrasi oleh ketangguhan sang penjaga gawang. Berulang kali tembakan para pemain La Roja berhasil dimentahkan oleh refleks cepat dan pengalaman panjang Vozinha.
Penampilan heroik tersebut membuat Vozinha dinobatkan sebagai Player of the Match sekaligus menjadi sorotan dunia sepak bola. Di tengah derasnya regenerasi pemain muda, ia membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tampil di level tertinggi dan menjadi penentu hasil pertandingan.
Bagi Cape Verde, hasil imbang melawan Spanyol menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka. Sementara bagi Vozinha, malam bersejarah di Atlanta itu menjadi bukti bahwa kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah mampu mengalahkan batas usia.
Dari seorang veteran yang dianggap telah melewati masa keemasannya, Vozinha menjelma menjadi tembok kokoh yang menggagalkan ambisi Spanyol meraih tiga poin dan mengukir namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026.






