beta.tanase.id – Dalam upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku menyelenggarakan Bimbingan Teknis Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Hotel Golden Palace, Kota Ambon. 4 Juni 2026
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini menjadi langkah nyata BPTD Kelas II Maluku dalam mendukung program nasional keselamatan transportasi melalui pendidikan karakter anak. Sebagai pelopor pelaksanaan Program SALUD di Maluku, BPTD Kelas II Maluku menggandeng berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon, serta Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Maluku.
Kepala BPTD Kelas II Maluku, Drs. H. Hasan Bisri, menyampaikan bahwa keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun sejak usia dini. Menurutnya, berbagai pelanggaran lalu lintas yang sering dianggap sepele dapat menjadi pemicu terjadinya kecelakaan yang berdampak besar bagi masyarakat.
“Anak-anak adalah aset bangsa dan generasi penerus pembangunan. Apa yang mereka lihat, dengar, dan pelajari sejak usia dini akan membentuk pola pikir, sikap, serta perilaku mereka di masa depan. Karena itu, Program SALUD menjadi salah satu upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan kepada anak-anak sejak dini,” ujar Hasan Bisri.
Program SALUD tidak hanya memperkenalkan rambu-rambu lalu lintas kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, kemampuan memahami aturan, serta kesadaran untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak yang akan tumbuh menjadi generasi yang tertib dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, para guru PAUD dan TK mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan transportasi, metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, serta strategi mengintegrasikan pendidikan keselamatan ke dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Hasan Bisri menegaskan bahwa guru memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan sejak masa emas pertumbuhan anak. Oleh karena itu, para pendidik diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan SALUD dapat melahirkan berbagai inovasi pembelajaran keselamatan lalu lintas di sekolah-sekolah PAUD dan TK, mencetak kader-kader keselamatan dari kalangan pendidik, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung terbentuknya budaya keselamatan sejak usia dini.
“Keselamatan merupakan investasi jangka panjang. Ketika anak-anak tumbuh dengan pemahaman mengenai keselamatan, mereka akan menjadi generasi yang lebih disiplin, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan bertanggung jawab dalam menggunakan sarana transportasi,” tambahnya.
Melalui Bimbingan Teknis SALUD Tahun 2026, BPTD Kelas II Maluku bersama seluruh mitra kerja berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun generasi Maluku yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berbudaya keselamatan demi mewujudkan transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.






