AMBON,-TANASE.ID– Ahmade Lestaluhu, seorang penyelam tradisional ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada jarak kurang lebih 300 meter dari Pelabuhan Haria, Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (23/6/2026). Ia ditemukan di dasar laut.
Pria 64 tahun ini sebelumnya menyelam untuk mengangkat bangkai mesin kapal cepat dengan nama lambung Expres Bahari 9B yang terbakar pada tanggal 21 April 2026 malam lalu.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman pada Senin (22/6/2026) siang. Peristiwa ini berawal saat korban bersama Rian, rekannya pergi menyelam sekitar pukul 14.00 WIT. Keduanya berniat mengangkat bangkai mesin kapal nahas tersebut.
Setelah menyelam kurang lebih 20 menit, Rian berhasil kembali ke permukaan, sementara korban tak kunjung naik. Menyadari korban hilang, rekan-rekan korban sempat panik dan melakukan upaya pencarian mandiri, namun hasilnya nihil. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang oleh seorang warga bernama Hidayat.
Komandan Tim Ops SAR Haria, Tengku A Yani, mengaku pihaknya menerima laporan pada Selasa (23/6/2026) pukul 10.20 WIT. Tak butuh waktu lama pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian
“Tim langsung dikerahkan sekitar pukul 10.40 WIT menuju lokasi kejadian yang berjarak 47 Nautical Mile dengan heading 82.56° arah Timur dari Pelabuhan BRIN,” kata Tengku.
Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 300 meter dari Pelabuhan Desa Haria.
Jasad korban langsung dievakuasi menggunakan speedboat menuju Desa Tulehu, Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR berhasil atas sinergi bersama berbagai unsur potensi yang terlibat, antara lain Basarnas Ambon, Dit Polairud Polda Maluku, Babinsa Desa Haria & Bhabinkamtibmas, UPP Haria, Relawan Penyelam dan Masyarakat setempat.
“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” pungkasnya. (SS)






