AMBON,-TANASE.ID – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) RI, Veronica Tan, mengajak seluruh perempuan di Maluku untuk menjadi bagian dari perubahan dan menyuarakan nilai persatuan, kepedulian, serta perdamaian dalam membangun daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Veronica saat membuka kegiatan Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau Wilayah Maluku yang dihelat di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku, Kota Ambon, Jumat (12/6/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut sebagai ruang bersama untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan sekaligus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum.
“Ketika kita bersatu maka kita bisa maju dan berkembang. Persatuan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Veronica juga mengapresiasi langkah Kepolisian yang terus memperkuat penanganan perkara perempuan dan anak melalui penguatan struktur dan fungsi pelayanan perlindungan perempuan dan anak.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya juga menyoroti isu kekerasan perempuan dan anak. Persoalan tersebut membutuhkan perhatian bersama semua pihak; pemerintah, aparat penegak hukum, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.
Gubernur Hendrik menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau sebagai wadah memperkuat sinergitas dalam menjawab berbagai persoalan perempuan dan anak di Maluku.
Menurutnya, isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesenjangan pendidikan, kesehatan, serta berbagai tantangan sosial lainnya membutuhkan perhatian bersama.
“Kita membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, maupun seluruh komponen masyarakat untuk memberikan perlindungan terbaik bagi perempuan dan anak,” pintanya.
Upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di wilayah Maluku terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam membangun ekosistem perlindungan yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga masyarakat, media, serta seluruh elemen masyarakat melalui Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau Wilayah Maluku Tahun 2026.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menegaskan, Polri memiliki komitmen kuat dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
“Polri melalui Polda Maluku berkomitmen untuk terus memperkuat sinergitas bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi, tetapi membutuhkan kolaborasi bersama,” ujarnya.
Polda Maluku, kata Dia, terus mendorong penguatan pelayanan dan penanganan terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak melalui unit yang memiliki fungsi khusus dalam memberikan perlindungan, pendampingan, serta penegakan hukum.
“Kehadiran Polri bukan hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga bagaimana membangun upaya pencegahan, edukasi, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Maluku,” tambahnya.
Rositah berharap, Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau dapat menjadi momentum memperkuat komunikasi, membangun kepedulian bersama, serta menghasilkan langkah konkret dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak.
“Melalui forum ini, kita ingin memperkuat pesan bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Polda Maluku siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk mewujudkan masyarakat Maluku yang aman, berkeadilan, dan sejahtera,” pungkasnya.●






