AMBON,-TANASE.ID– Hari keempat operasi SAR pencarian terhadap delapan orang penumpang speedboat tenggelam di sekitar perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya belum membuahkan hasil. Para korban belum ditemukan hingga Senin petang (15/6/2024).
Delapan penumpang speedboat yang belum ditemukan diantaranya Anton Menahem (L/40), Asael Daniel (L/72), Yomima Waliana (P/36), Regina Unwakolu (P/33), Enderfina Siaran (P/62), Wulan Kelmury (P/35), Yoksan Unawekla (L/9), dan Marcelo Unawekla (L/4). Sementara dua korban selamat yaitu Yakop Anamofa (L/22), dan Ignasius Matrunkoly (L/42).
Kepala Basarnas Ambon Muhammad Arafah melalui keterangannya mengaku tim SAR gabungan yang melaksanakan pencarian terdiri dari Pos SAR Saumlaki dan Dit Polairud Polda Maluku. Mereka menggunakan Kapal Patroli KP. XVI-2006. Kapal bertolak dari Desa Namtabung, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar menuju Pulau Tepa dengan jarak -+ 89 Nautical Mile.
“Setelah menempuh jarak 89 Nautical Mile, sekitar pukul 13.33 WIT, Comm Centre Basarnas Ambon menerima informasi dari Tim SAR Gabungan bahwa Kapal Patroli KP. XVI-2006 telah sampai pada posisi Timur Pulau Babar selanjutnya melaksanakan operasi pencarian korban,” ungkap Arafah.
Tim SAR gabungan, kata Arafah, telah melaksanakan pencarian korban hingga Utara Pulau Babar melewati Desa Jatoke, Litoboen, dan Desa Watrupun.
“Pukul 15.01 WIT, Tim SAR Gabungan yang dipimpin Koordinator Pos SAR Saumlaki tiba di Pelabuhan Babar selanjutnya berkoordinasi dengan Pemda Setempat dan Unsur SAR Gabungan terkait rencana operasi SAR hari kelima,” jelasnya.
Hingga sore tadi, belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban. Saat ini tim SAR gabungan sementara bermalam di Desa Tepa.
“Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan dilanjutkan Ops SAR hari kelima. besok, Selasa, 16/6/2026.●






