AMBON – Di tengah upaya penegakan hukum pascaketegangan yang terjadi di wilayah Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Polda Maluku memilih tidak hanya mengandalkan pendekatan keamanan. Polisi kini menggandeng tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog dan mencari solusi damai yang berkelanjutan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat rekonsiliasi sosial di tengah masyarakat. Pendekatan humanis dinilai menjadi kunci penting untuk meredam potensi konflik dan memulihkan hubungan antarwarga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Penyelesaian setiap persoalan harus dilakukan melalui mekanisme hukum dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” tegas Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi.
Menurut Rositah, keterlibatan para tokoh masyarakat dan adat diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menjaga suasana tetap kondusif. Dengan dialog yang terbuka, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas.
Sementara itu, Polda Maluku memastikan kondisi keamanan di Dusun Olas dan Dusun Katapang saat ini mulai terkendali. Kendati demikian, aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kamtibmas.
Untuk memperkuat pengamanan, Kapolres Seram Bagian Barat mengerahkan sebanyak 115 personel gabungan. Mereka terdiri dari anggota Polres SBB, Polsek Huamual, Koramil, Pos Pengamanan Laala, serta personel Brimob yang disiagakan di lokasi.
Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Di sisi lain, pengamanan tersebut menjadi bagian dari komitmen aparat untuk memastikan seluruh proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Dengan kombinasi pendekatan hukum, pengamanan, dan pelibatan tokoh masyarakat, harapan akan terciptanya perdamaian yang kokoh di Huamual mulai menemukan jalannya. (***)






