AMBON,-TANASE.ID– Hari kedua operasi SAR pencarian delapan orang penumpang speedboat yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), belum membuahkan hasil.
Hingga Sabtu petang (13/6/2026), upaya pencarian yang dilakukan masyarakat menggunakan speedboat dan pengerahan Kapal Kargo KM. Tiefelin, belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan para korban.
Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, dalam keterangannya mengaku koordinasi terus dilakukan dengan sejumlah pihak terkait di lokasi kejadian. Mulai dari unsur pemerintah, aparat kepolisian hingga masyarakat yang melakukan pencarian.
“Pukul 19.05 WIT, Kansar Ambon berkoordinasi dengan Bapak Dace Laipeni (Camat Babar Barat) bahwa kapal cargo KM. Tiefelin masih melaksanakan pencarian dengan hasil masih nihil,” ungkap Arafah.
Sebelum dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, atas permintaan keluarga korban, masyarakat sempat melakukan doa bersama dan prosesi adat.
Diberitakan sebelumnya, speedboat berpenumpang sepuluh orang dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Pulai Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kamis (11/6/2026) sekira pukul 15.00 WIT. Dua orang selamat dan delapannya lainnya masih dalam pencarian.
Kecelakaan laut terjadi akibat cuaca buruk. Speedboat naas ini tenggelam setelah dihantam gelombang saat berlayar dari Desa Sinairusi hendak menuju Tepa, Maluku Barat Daya (MBD).
Insiden tenggelamnya speedboat diketahui setelah dua penumpang yakni Yakob Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42), berhasil berenang dengan selamat ke Desa Sinairusi untuk meminta pertolongan warga.
Masyarakat setempat sempat melakukan pencarian. Tiga unit speedboat dikerahkan hingga KM. Teifelin diterjunkan namun upaya pencarian belum membuahkan hasil. Para korban belum ditemukan. Upaya pencarian juga terkendala dengan kondisi cuaca buruk.
Insiden ini dibenarkan Kepala Basarnas Ambon Muhammad Arafah. Ia mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait baik dari BPBD Kabupaten MBD, hingga Kepala Desa untuk dilakukan pencarian dan pertolongan.
“Dari info yang diterima, lokasi kejadian berada pada koordinat 7°39’2.95″S , 129°38’27.61″E di sekitar perairan Pulau Dai, jarak ± 264 NM heading 160° arah Tenggara dari BRIN Ambon menggunakan google earth,” katanya.●






