AMBON,-TANASE.ID– Sebanyak 22 orang pemuda Maluku dinyatakan lolos seleksi pusat penerimaan Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) TNI Angkatan Laut gelombang kedua tahun 2026. Mereka diantaranya 19 pria dan 3 wanita.
Puluhan pemuda Maluku ini dinyatakan lulus seleksi anggota TNI AL melalui sidang penentuan akhir (pantukhir) yang digelar di Lembaga Penyediaan Tenaga Angkatan Laut (Lapetal), Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (10/6/2026).
Sidang Pantukhir dikawal langsung oleh Aspers Dankodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Rojilun mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas.
Seluruh tahapan pengujian baik di tingkat daerah hingga pusat dilakukan dengan standarisasi tinggi untuk memastikan pemenuhan kualifikasi personel yang siap mengabdi di medan tugas.
Sebelumnya, berdasarkan hasil tes tingkat pusat di Lapetal, dari 24 Casis Caba Pria Panda Kodaeral IX yang dikirim, 19 personel dinyatakan lulus. Mereka akan melanjutkan pendidikan militer di Puslatdiksarmil Kodiklatal. Sementara lima peserta lainnya belum memenuhi kualifikasi aspek kesehatan (TMS Kes).
Untuk kategori Caba Wanita (Cabawan), dari 4 Casis yang dikirim, 3 diantaranya dinyatakan lulus, dan satu personel dinyatakan TMS Kes.
Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada para pemuda Maluku yang telah dinyatakan lulus seleksi Caba TNl AL Gelombabg ll TA. 2026.
“Selamat menjalani pendidikan, tingkatkan semangat, disiplin, jaga kesehatan kalian selama menjalani pendidikan, jadilah prajurit Jalasena yang tanggap, tanggon, dan trengginas bagi kejayaan TNI AL di masa depan,” terangnya.
Terhadap para Casis yang belum berhasil lolos pada gelombang ini, Hanarko memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, kerja keras, dan disiplin yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berjalan.
“Kegagalan di fase akhir seleksi pusat tentu menjadi hal yang berat bagi anak-anaku yang telah berjuang sejauh ini. Namun, hal ini bukanlah akhir dari segalanya,” terangnya.
Lebih lanjut, Ia menekankan untuk dilakukan evaluasi terkait tahapan pemeriksaan kesehatan yang menjadi kendala bagi peserta yang TMS. Catatan kesehatan harus menjadi prioritas untuk diperbaiki dan dipersiapkan dengan lebih matang di masa depan.
“Bagi Casis yang belum terpilih, tetap jaga semangat, pelihara kondisi fisik dan mental, serta jangan berkecil hati. Pengabdian kepada bangsa dan negara memiliki banyak dimensi, dan kesempatan untuk kembali berkompetisi di gelombang berikutnya masih terbuka lebar. Kegagalan hari ini adalah sukses yang tertunda bagi mereka yang menolak untuk menyerah,” pungkasnya.●






